"Childhood is the best season of life"
When i'm going to sleep, i just randomly remembered about my childhood. A beautiful, full of imaginations, colorful, happy, embarassing moments in time. So i just want to share this to you all, i think that my childhood is interesting (wink)
Hal yang pertama aku ingat tentang masa kecil ku itu ketika aku tidur bersandar di bawah sekumpulan pohon sirih yang merambat sehingga membentuk kubah, yang disebut markas oleh aku, sepupuku Dita, dan Ayu kakak perempuanku, terlihat cahaya matahari masuk melalui celah dedaunan, sesekali kita mencabut bakal daun sirih dan meniupnya seperti peluit. Dihari itu kami bercerita banyak hal, dimulai dari mengarang cerita tentang anak geng sebelah, sampai membuat wish-list apa saja yang akan dibeli di BB (Bursa Buku, Toko Buku semacam Gramedia di Sukabumi) . Kami anak yang senang berimajinasi, sampai hal yang paling kita tunggu-tunggu ketika bermain adalah cegerigitaga (baca:cerita) , yah cerita ... i mean cerita itu semacam mendongeng khayalan kita, khayalan yang inginnya terwujud dalam waktu dekat dikehidupan nyata, hehe :)
Di masa kecilku, untuk bahagia itu sederhana, sesederhana kita melompat-lompat ke bayangan satu ke bayangan lainnya untuk mengindari sinar matahari, lalu terpingkal-pingkal. Atau merendam kaki kita ke selokan kotor berlumut, i used to be like that when i was a kid :D
Satu hal yang membuatku sangat bersyukur memiliki masa kecil seperti itu adalah, aku terdidik untuk menjadi mandiri, aku terdidik untuk selalu bermimpi, aku terdidik untuk selalu bersyukur, aku terdidik untuk selalu berusaha.....
Banyak sekali momen-momen tidak terlupakan, seperti ketika aku dan Dita bermain doraemon adventure sembari dengar lagu Eternal Flame - Bangles , ah masa-masa yang sangat menyenangkan :)
Dan momen yang aku tidak akan lupakan adalah ketika liburan kenaikan kelas, aku, Ayu, Dita, dan Kemal memutuskan untuk berjualan, kami memecahkan celengan dan terhitung isinya ada 23.000 , cukup untuk modal beli pop ice , telur, terigu, bawang daun, dan masako. Lalu kami berjualan seadanya di rumah emak, nenek kami. Dan yang datang itu adalah anak-anak tetangga. Mereka suka sekali telur dadar yang kami jual! Sejak saat itu, aku bermimpi suatu saat harus menjadi pengusaha, harus mempunyai kafe.
Aku terlahir dikeluarga yang sangat sederhana, maka dari itu aku harus berusaha untuk tidak menjadi beban orang tua, atau setidaknya sedikit-sedikit meringankan beban orang tua. Hal tersebut juga menjadi salah satu pemicu saya untuk terus berjuang mengumpukan modal untuk mendirikan kafe, memiliki usaha sendiri, jadi pengusaha muda yang dermawan. Memiliki mobil, rumah, dll.
Nah, itulah kenangan di masa kecil ku, masa kecil bisa adalah salah satu penentu bagaimana paradigma kita, cara pikir kita, dan kepribadian kita ;)
Bagaimana dengan masa kecilmu ?
kunjungi juga blog sepupuku, sahabatku, partner bisnis, dan sekaligus motivatorku Adita Dyah Asokawati
Keep in Touch with me
Twitter @Nanachuuw
Instagram nanachuuw
Satu hal yang membuatku sangat bersyukur memiliki masa kecil seperti itu adalah, aku terdidik untuk menjadi mandiri, aku terdidik untuk selalu bermimpi, aku terdidik untuk selalu bersyukur, aku terdidik untuk selalu berusaha.....
Banyak sekali momen-momen tidak terlupakan, seperti ketika aku dan Dita bermain doraemon adventure sembari dengar lagu Eternal Flame - Bangles , ah masa-masa yang sangat menyenangkan :)
Dan momen yang aku tidak akan lupakan adalah ketika liburan kenaikan kelas, aku, Ayu, Dita, dan Kemal memutuskan untuk berjualan, kami memecahkan celengan dan terhitung isinya ada 23.000 , cukup untuk modal beli pop ice , telur, terigu, bawang daun, dan masako. Lalu kami berjualan seadanya di rumah emak, nenek kami. Dan yang datang itu adalah anak-anak tetangga. Mereka suka sekali telur dadar yang kami jual! Sejak saat itu, aku bermimpi suatu saat harus menjadi pengusaha, harus mempunyai kafe.
Aku terlahir dikeluarga yang sangat sederhana, maka dari itu aku harus berusaha untuk tidak menjadi beban orang tua, atau setidaknya sedikit-sedikit meringankan beban orang tua. Hal tersebut juga menjadi salah satu pemicu saya untuk terus berjuang mengumpukan modal untuk mendirikan kafe, memiliki usaha sendiri, jadi pengusaha muda yang dermawan. Memiliki mobil, rumah, dll.
Nah, itulah kenangan di masa kecil ku, masa kecil bisa adalah salah satu penentu bagaimana paradigma kita, cara pikir kita, dan kepribadian kita ;)
Bagaimana dengan masa kecilmu ?
kunjungi juga blog sepupuku, sahabatku, partner bisnis, dan sekaligus motivatorku Adita Dyah Asokawati
Keep in Touch with me
Twitter @Nanachuuw
Instagram nanachuuw

Tidak ada komentar:
Posting Komentar