BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Parasitologi Adalah ilmu yang berisi
kajian tentang organisme (jasad hidup), yang hidup di rmukaan atau di dalam
tubuh organisme lain untuk sementara waktu atau selama hidupnya, dengan cara
mengambil sebagian atau seluruh fasilitas hidupnya dari organisme lain
tersebut, hingga organisme lqin tersebut jadi merugi (dirugikan). Organisme ini
disebut : parasit. Organisme lain atau organisme yang mengandung parasit di
sebut hospes (tuan rumah).
Dalam parasitogi, yang paling
penting di pelajari alah zoo parasit yang terdiri dari : protozoologi,
helmintologi, entomologi,
Dari hubungyang terjadi antara
parasit dan hospes dapat terjadi hubungan hubungna yang di sebut sebagai:
-
Parasitisme
: hubungan dua organisme, yang satu diantaranendapatkan keuntungan dan yang
lain di rugikan.
-
Mutualisme
: hubungan dua organisme yang kedia organisme ini saling mendapat keuntungan
satu sama lain.
-
Komensalisme
: hubungan dua organisme, yang satu organisme diuntungkan dan yang lain tidak
di rugikan maupun diuntungkan.
-
Simbiosis
: hubungan pernen antara dua organisme, dimana kedua belah pihak saling
menguntungkan dan tidak bisa hidup sendiri-sendiri atau tidak dapat hidup
terpisah.
Dalam penelitian Protozoa memiliki
arti protos artinya pertama dan zoon artinya hewan. Jadi,Protozoa adalah hewan
pertama. Protozoa merupakan kelompok lain protista eukariotik. Kadang-kadang
antara algae dan protozoa kurang jelas perbedaannya. Kebanyakan Protozoa hanya
dapat dilihat di bawah mikroskop. Beberapa organisme mempunyai sifat antara
algae dan protozoa. Sebagai contoh algae hijau Euglenophyta, selnya berflagela
dan merupakan sel tunggal yang berklorofil, tetapi dapat mengalami kehilangan
klorofil dan kemampuan untuk berfotosintesa. Semua spesies Euglenophyta yang
mampu hidup pada nutrien komplek tanpa adanya cahaya, beberapa ilmuwan
memasukkannya ke dalam filum protozoa. Contohnya strain mutan algae genus
Chlamydomonas yang tidak berklorofil, dapat dimasukkan ke dalam kelas Protozoa
genus Polytoma.
B. Rumusan Masalah
Dalam makalah ini akan membahas
tentang:
A. Pengertian Protozoa
B. Karakteristik Protozoa
C. Siklus Hidup Protozoa
D. Epidemiologi Protozoa
E. Kegunaan
dan Kerugian Protozoa
C. Tujuan Perumusan
Masalah
Dalam makalah ini kita dapat mempelajari apa itu protozoa,
karakteristik protozoa, siklus hidup protozoa, epidermiologi protozoa, kegunaan
dan kerugian protozoa lebih dalam lagi.
BAB II
ISI
A. Pengertian protozoa
Protozoa secara umum dapat
dijelaskan bahwa protozoa adalah berasal dari bahasa Yunani, yaitu protos artinya pertama dan zoon artinya
hewan. Jadi,Protozoa adalah hewan pertama.
Protozoa
merupakan kelompok lain protista eukariotik. Kadang-kadang antara
algae dan protozoa kurang jelas perbedaannya. Kebanyakan Protozoa hanya dapat
dilihat di bawah mikroskop. Beberapa organisme mempunyai sifat antara algae
dan protozoa. Sebagai contoh algae hijau Euglenophyta,
selnya berflagela dan merupakan sel tunggal yang berklorofil, tetapi dapat
mengalami kehilangan klorofil dan kemampuan
untuk berfotosintesa. Semua spesies Euglenophyta yang mampu hidup pada nutrien
komplek tanpa adanya cahaya, beberapa ilmuwan memasukkannya ke dalam filum protozoa.
Contohnya strain mutan
algae genus
Chlamydomonas
yang tidak berklorofil, dapat dimasukkan ke dalam kelas Protozoa genus Polytoma.
Hal ini merupakan contoh bagaimana sulitnya membedakan dengan tegas antara
algae dan protozoa. Protozoa dibedakan dari prokariot karena ukurannya yang lebih
besar, dan selnya eukariotik. Protozoa dibedakan dari algae karena tidak
berklorofil, dibedakan dari jamur karena dapat
bergerak aktif dan tidak berdinding sel, serta dibedakan dari jamur lendir
karena tidak dapat membentuk badan buah.
Merupakan
filum hewan bersel satu yang dapat melakukan reproduksi seksual (generatif)
maupun aseksual (vegetatif).Habitat hidupnya adalah tempat yang basah atau
berair. Jika kondisi lingkungan tempat hidupnya tidak menguntungkan maka
protozoa akan membentuk membran tebal dan kuat yang disebut Kista. Ilmuwan yang
pertama kali mempelajari protozoa adalah Anthony van Leeuwenhoek.
B. Karakteristik Protozoa
1. Umumnya
tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof)
2. Protozoa
memiliki alat gerak yaitu ada yang berupa kaki semu, bulu getar (cillia) atau
bulu cambuk (flagel)
3. Hidup
bebas, saprofit atau parasit
4. Organisme
bersel tunggal.
5. Eukariotik
atau memiliki membran nukleus/ berinti sejati.
6. Hidup
soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok)
7. Dapat
membentuk sista untuk bertahan hidup. sista, merupakan bentuk sel protozoa yang
terdehidrasi dan berdinding tebal mirip dengan endospora yang terjadi pada
bakteri
8. Protozoa
mampu bertahan hidup dalam lingkungan kering maupun basah
9. Protozoa
tidak mempunyai dinding sel
10. Protozoa
merupakan organisme mikroskopis yang prokariot
Protozoa dapat dijumpai di parit,
sawah, sungai, bendungan, air laut, bahkan ada yang hidup dalam makhluk hidup
lain. Protozoa berkembang biak dengan dua cara, yaitu secara aseksual dengan
membelah diri atau membentuk spora, dan secara seksual dengan konjugasi.
Berdasarkan alat geraknya, protozoa
dikelompokkan menjadi empat filum yaitu sebagai berikut:
1. Filum Rhizopoda (Sarcodina)
Ciri-ciri Rhizopoda sebagai
berikut:
a.
Tidak memiliki bentuk yang tetap.
Bergerak
dan menangkap makanannya dengan kaki semu (pseudopodia) yang merupakan
penjuluran sitoplasma tubuhnya. Rhizopoda bergerak dengan menjulurkan kaki
semunya untuk berpindah tempat.
b.
Ada yang hidup bebas di alam dan ada
yang parasit.
c.
Makanannya berupa bakteri atau bahan
organik lain.
d.
Berkembang biak dengan membelah diri.
e.
Contoh anggota Rhizopoda adalah Amoeba
sp., Foraminifera yang digunakan sebagai petunjuk dalam penyelidikan tanah yang
mengandung minyak bumi, dan Radiolaria yang membentuk tanah radiolaria yang
bermanfaat sebagai alat penggosok.
.
2. Filum Fagellata (Mastigophora)
Filum Flagellata memiliki ciri khas
yaitu memiliki alat gerak berupa bulu cambuk (flagela) yang berstruktur mirip
cambuk yang panjang. Bulu cambuk ini digunakan dengan mencambukkan bulu cambuk
ke arah yang diinginkan dan menggunakannya untuk memindahkan dirinya sendiri.
Contoh Flagellata adalah
Trypanosoma sp. yang hidup secara parasit dalam darah manusia dan vertebrata
lainnya, berkembang biak dengan membelah diri, dan menyebabkan penyakit tidur
pada manusia. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan lalat tse-tse (Trypanosoma
Brucei).
3. Filum Ciliata (Cilliophora)
Ciliata bergerak dengan bulu getar
(silia) yang selalu bergetar untuk mendorong tubuhnya ke arah yang diinginkan
seperti gerakan mendayung perahu. Selain itu, silia bisa digunakan untuk
mengambil makanan.Ciliata berkembang biak secara vegetatif (aseksual) dengan
membelah diri dan secara generatif (seksual) dengan cara konjugasi.
Contoh Ciliata adalah Paramaecium
sp. Paramaecium disebut juga hewan sandal, karena bentuknya menyerupai telapak
sandal. Terdapat mulut sel pada permukaan membrane sel yang melekuk. Air dan
makanan masuk ke mulut sel dengan getaran silia. Makanan yang masuk ke mulut
sel lalu masuk ke kerongkongan sel, lalu ke vakuola makanan. Vakuola makanan
beredar dalam sel sambil mencerna makanan. Sisa makanan berbentuk cair
dikeluarkan melalui vakuola berdenyut/vakuola kontraktil, sementara sisa
makanan berbentuk padat dikeluarkan melalui vakuola makanan yang pecah saat
menepi ke membran sel. Contoh Ciliata yang lain adalah Vorticella dan Stentor.
4. Filum Sporozoa
Filum ini berbeda dengan filum sebelumnya—anggota
filum ini tidak mempunyai alat gerak. Disebut Sporozoa karena dalam tahap
tertentu dalam hidupnya, dapat membentuk sejenis spora. Biasanya hidup sebagai
parasit pada tubuh hewan maupun manusia. Contoh anggota Sporozoa adalah
Plasmodium sp., penyebab penyakit malaria. Penyakit ini ditularkan melalui
gigitan nyamuk Anopheles sp.
C. Siklus Hidup Protozoa
1. Sebagian besar Protozoa berkembang biak
secara aseksual (vegetatif) dengan cara:
a. Pembelahan
mitosis (biner), yaitu pembelahan yang diawali dengan pembelahan inti dan
diikuti pembelahan sitoplasma, kemudian menghasilkan 2 sel baru.Pembelahan
biner terjadi pada Amoeba. Paramaecium, Euglena. Paramaecium membelah secara membujur
atau memanjang setelah terlebih dahulu melakukan konjugasi.Euglena membelah
secara membujur /memanjang (longitudinal).
b.
Perkembangbiakan aseksual pada kelas
Sporozoa (Apicomplexa) dengan membentuk spora melalui proses sporulasi di dalam
tubuh nyamuk Anopheles. Spora yang dihasilkan disebut sporozoid.
2. Perkembangbiakan
secara seksual pada Protozoa dengan cara :
Konjugasi.
Peleburan inti sel pada organisme yang belum jelas alat kelaminnya. Pada
Paramaecium mikronukleus yang sudah dipertukarkan akan melebur dengan
makronukleus, proses ini disebut singami. Peleburan gamet Sporozoa
(Apicomplexa) telah dapat menghasilkan gamet jantan dan gamet betina. Peleburan
gamet ini berlangsung di dalam tubuh nyamuk.
D. Epidermiologi Protozoa
Penyebaran protozoa terjadi karena adanya vektor
serangga. Serangga sebagai vektor beberapa penyakit yaitmalaria, tripanosoma,
leishmania.
1.
Vektor
Malaria
Sebagai vektor penyakit yang di
sebabkan oleh protozoa, yang terting nyamuk yang berperan sebagai vektor
penyakit malaria yaitu nyamuk Anophelini.
Untuk menentukan apakah nyamuk
Anophelini yang hidup di alam bebas berfungsi sebagai vektor malaria adalah
dengan jalan menemukan stadium sporozoit dari plasmodium di kelenjar liur
nyamuk. Cara untuk menemukan sporozoit ini dengan membedah nyamuk betina.
2.
Vektor
Tripanosomiasis
Ada beberapa vektor tripanosomiasis yaitu :
a.
Vektor
Tripanosomiasis Afrika
b.
Vektor
Tripanosomiasis Amerika
3.
Vektor
Leishmaniasis
Leishmaniasis adalah penyakit yang di
kenal dengan kala azar yang disebabkan oleh Leishmana tropika L,
E. Kegunaan dan Kerugian Protozoa
1. Kegunaan Protozoa
a. Mengendalikan populasi Bakteri,
sebagian Protozoa memangsa Bakteri sebagai makanannya, sehingga dapat
mengontrol jumlah populasi Bakteri di alam.
b.
Sumber
makanan ikan, Di perairan sebagian Protozoa berperan sebagai plankton
(zooplankton) dan benthos yang menjadi makanan hewan air, terutama
udang, kepiting, ikan, dll.
c.
Indikator
minyak bumi, Fosil Foraminifera menjadi petunjuk sumber minyak, gas, dan
mineral.
d.
Bahan
penggosok, Endapan Radiolaria di dasar laut yang membentuk tanah
radiolaria, dapat dijadikan sebagai bahan penggosok.
2. Kerugian
Protozoa
Protozoa menyebabkan penyakit pada
manusia dan hewan ternak. Penyakit-penyakit yang disebabkan Protozoa antara
lain :
No
|
Jenis Penyakit
|
Protozoa
|
1
|
Disentri
|
Entamoeba Histolytica
|
2
|
Diare (Balantidiosis)
|
Balantidium Coli
|
3
|
Penyakit Tidur (Afrika)
|
Trypanosoma Gambiense
|
4
|
Toksoplasmosis (kematian janin)
|
Toxoplasma Gondii
|
5
|
Malaria Tertiana
|
Plasmodium Vivax
|
6
|
Malaria Quartana
|
Plasmodium Malariae
|
7
|
Malaria Tropika
|
Plasmodium Falciparum
|
8
|
Kalaazar
|
Leishmania Donovani
|
9
|
Surra (hewan ternak)
|
Tripanosoma Evansi
|
BAB III
PENYELESAIAN MASALAH
Penyakit-penyakit
yang disebabkan oleh protozoa dapat dicegah, salah satunya dengan cara menjaga
kebersihan lingkungan tempat hidup,
dengan selalu rutin membersihkan tempat tinggal. Memberikan vaksinasi terhadap
hewan ternak dan manusia.
BAB IV
PENUTUP
Dari tugas makalah
tersebut, banyak hal yang dapat kita pelajari. Seperti halnya yang sudah kami
harapkan dan sampaikan pada kata pengantar tugas makalah ini, yaitu semoga
dengan terselesaikannya makalah ini dapat menambah wawasan kita dan pemahaman
kita mengenai Protozoa
Dan
demikian makalah yang dapat kami buat. Apabila ada kata-kata yang kurang
berkenan di hati atau belum sesuai dengan apa yang Anda harapkan, kami mohon
maaf. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun kami agar
dalam tugas-tugas selanjutnya,kami dapat menyelesaikannya dengan lebih baik
lagi.
A. Kesimpulan
Protozoa merupakan
makhluk mikroorganisme. Protozoa adalah protista mirip hewan. Makanan protozoa
berupa bakteri atau protozoa lain dan absorpsi nutrisi dari lingkungannya. Protozoa menempati habitat pada bermacam-macam tipe
perairan. Protozoa mempunyai 4 kelompok
taksonomi, yaitu: flagellate, Amoeba,
Ciliata, dan Apikomplexan.
B. Saran
Selalu jaga kebersihan, kesehatan,
karena penyakit apapun selalu bisa di cegah.
DAFTAR
PUSTAKA
IPA-Biologi Bilingual
kelas VII, Penerbit Yrama


Tidak ada komentar:
Posting Komentar