PENETAPAN
KADAR AIR
Penetapan kadar air dengan
cara titrasi dapat dilakukan karena
larutan sulfur-dioksida dan iodum dalam piridina dan dalam etanol (95%) dapat
bereaksi dengan air secara stokhiometris. Dalam larutan tidak berwarna, titik
akhir dapat ditetapkan secara elektrik atau dengan cara pengamatan mata. Dalam larutan berwarna ,
tidak dapat di gunakan pengamatan titik akhir dengan mata. Untuk maksud ini
alat elektris yang diperlukan adalah yang mempunyai potensial lebih kurang 200
mV antara sepasang eletrode platina yang dicelupkan ke dalam larutan yang
dititrasi. Pada titik akhir titrasi, sedikit pereaksi yang berlebih akan
menaikan arus antara 50 dan 150 mikroamper selama 30 detik sampai 30 menit,
tergantung dari larutan uji. Waktu yang diperlukan akan menjadi pendek jika zat
uji larut dalam pereaksi. Pelarut yang digunakan biasanya adalah methanol mutlak P.
Kecuali dinyatakan lain,
penetapan kadar air dilakukan dengan cara titrasi.
A . CARA TITRASI
Alat Buret otomatik terdiri dari 1 atau 2 buah kapasitas 10 ml,
25 ml , atau 50 ml, yang dihubungkan dengan pencadang larutan iodosulfur dan
pencadang pelarut yang dilengkapi dengan tabung pengering.
Labu titrasi Labu kapasitas lebih kurang 60 ml
dilengkapi 2
elektrode platina, pipa air nitrogen, sumbat berlubang untuk ujung buret dan
tabung pengering.
Pengaduk Pengaduk magnetik
Rangkaian alat Labu titrasi dan buret otomatik termasuk tabung pencadang seluruhnya merupakan
sistem tertutup.
Pereaksi Larutan iodosulfur , pereaksi Karl Fischer .Tambahkan 125 g iodum P ke dalam campuran 670 ml metanol P dan 170 ml piridina mutlak P dinginkan. Masukan 100 ml piridina mutlak P ke dalam gelas ukur-250 ml. Dinginkan dalam es.
Alirkan belerangdioksida P kering
hingga volume bertambah menjadi 200 ml. Tambahkan larutan ini perlahan-lahan
sambil dikocok kedalam campuran iodum yang didinginkan, kocok hingga iodum
larut . Pindahkan larutan kedalam pencadang , biarkan selama 1 malam sebelum
dibakukan. 1 ml larutan iodosulfur segar setara dengan 5 mg air, tetapi segera
berubah . Maka pembakukan dilakukan dalam waktu 1 jam sebelum digunakan atau
sehari jika digunakan tanpa terputus. Selama penetapan terlindung dari cahaya.
Simpan larutan dalam wadah bersumbat kaca yang dilebur, terlindung dari cahaya
dan di lemari es.
Larutan
baku air Encerkan 2 ml dengam methanol mutlak P secukupnya hingga
1000,0 mL.Titrasi 25 ml larutan
iodosulfur. Hitung kadar air dalam
mg per ml, dengan rumus :
VF/25
V adalah volume laritan
iodosulfur dalam ml,
F adalah kesetaraan air terhadap larutan iodosulfur
Pembakuan Cara A Cara ini digunakan untuk penetapan
kadar air kurang dari 1 % . Masukan 40 ml metanol
mutlak P ke dalam labu titrasi.
Titrasi dengan larutan iodosulfur hingga titik akhir titrasi tercapai . Timbang
sesama antara 150 mg dan 350 mg natrium tartat dihidrat P, masukan kedalam labu
titrasi . Titrasi dengan larutan iodosulfur Hitung kesetaraan air terhadap
larutan iodosulfur dalam mg per ml dengan rumus :
0,1566 W
V
W adalah bobot natrium tartrat P dalam
mg
V adalah volume larutan iodosulfur dalam ml.
Cara B Masukan
40 ml metanol mutkal P ke dalam labu
titrasi . Titrasi dengan larutan iodosulfur hingga titik akhir titrasi
tercaoai. Timbang saksama antara 25 mg dan 250 mg air , masukkan kedalam labu titrasi . Titrasidengan larutan
iodosulfur . Hitung kesetaraan air terhadap larutan iodosulfur dengan rumus;
W
V
W adalah bobot air dalam
mg.
V adalah volume larutan
iodosulfur dalam ml.
Cara Kecuali dinyatakan
lain, lakukan titrasi langsung dengan
cara berikut : Masukkan lebih kurang 40
ml metanol mutlak P ke labu titrasi. Titrasi
dengan larutan iodosulfur hingga
titik akhir tercapai titrasi tercapai, tanpa mencatat volume larutan iodosulfur
yang digunakan. Masukkan segera sejumlah zat uji yang ditimbang saksama yang di
perkirakan mengandung 10 mg sampai 250
mg ke dalam air labu titrasi , aduk
kuat-kuat. Titrasi dengan larutan
iodosulfur. Hitung bobot air dalam mg dengan rumus :
V
X F
V adalah volume larutan
iodosulfur pada titrasi kedua,
F
adalah
kesetaraan air terhadap larutan iodosulfur.
Titrasi
tidak langsung
Masukan lebih kurang 40 ml metanol
mutkal P ke dalam labu titrasi. Titrasi dengan larutan iodosulfur hingga titik
akhir titrasi tercapai, tanpa mencatat volume larutan iodosulfur yang di
gunakan. Masukan segera sejumlah zat uji yang di timbang saksama yang
diperkirakan mengandung 10 mg sampai 250 mg air, campur, Tambahkan larutan
iodosulfur berlebih yang di ukur saksama, biarkan selama beberapa waktu hingga
reaksi sempurna. Titrasi kelebihan larutan iodosulfur dengan larutan baku air. Hitung bobot
air dalam mg dengan rumus :
FV1- aV2
F adalah kesetaraan air
terhadap larutan iodosulfur,
V1 adalah volume larutan iodosulfur dalam ml yang di ukur
saksama,
a
adalah kadar air larutan baku air dalam mg per ml.
V2 adalah volume larutan baku air dalam ml.
ll. CARA DESTILASI
Alat
A labu bulat volume 500 ml; B alat penampung; C pendingin panjang 400cm, diameter dalam lebih kurang 8
mm; D tabung penyambung, panjang 235 mm sampai 240 mm, diameter dalam 9 mm
sampai 11 mm; E tabung penerima , kapasitas 5 ml , panjang 96 mm sampai 156 mm;
pemanas, pemanas listrik yang suhunya dapat diatur atau tangas minyak.
Pereaksi Toluen Sejumlah toluene
P kocok dengan sedikit air, biarkan memisah, buang lapisan air.
Cara Masukan sejumlah zat
uji yang ditimbang saksama yang diperkirakan
mengandung 2 ml sampai 4 ml air ke dalam labu. Jika zat uji berupa massa lembek, timbang
pada sehelai kertas aluminium dengan ukuran yang sesuai dengan mulut labu.
Untuk zat yang menyebabkan gejolak mendadak, tambahkan pasir kering bersih
secukupnya hingga menutupi dasar labu atau sejumlah tabung kapiler yang salah
satu ujungnya dileburkan, panjang lebih kurang 100 mm. masukan lebih kurang 200
ml toluene P ke dalam labu, hubungkan alat. Tuangkan toluene P kedalam tabung
penerima E melalui alat pendingin. Panaskan labu hati-hati selama 15 menit.
Setelah toluene mulai
mendidih, suling dengan kecepatan lebih kurang 2 tetes tiap detik, hingga
sebagian besar air tersuling. Kemudian naikan kecepatan penyulingan hingga 4
tetes tiap detik, setelah semua air tersuling, cuci bagian dalam pendingin
dengan toluene, sambil dibersihkan dengan sikat tabung yang di sambung pada
sebuah kawat tembaga dan telah di basahi dengan toluene. Lanjutkan penyulingan
hingga 5 menit. Biarkan tabung penerima mendingin hingga suhu kamar. Jika ada
tetesan air yang melekat pada dinding tabung penerima, gosok dengan karet yang
diikat pada sebuah kawat tembaga dan dibasahi dengan toluene hingga tetesan air
turun. Setelah air dan toluene memisah sempurna, baca volume air. Hitung kadar
air dalam %.
Pustaka
: FI 3 Hal 815-817
Tidak ada komentar:
Posting Komentar